Rumahnya tak jauh dari kontrakan tempat aku tinggal. Nenek yang sudah tua renta itu harus tinggal seorang diri di gubug yang juga sudah tua. Sepulang aku bekerja,aku sering mampir ke rumah nenek itu sekedar untuk mendengarkan cerita tentang keluarganya.Aku sedih mengapa keluarganya tega membiarkan orang tua ini harus hidup seorang diri,tapi mungkin ini kemauan si nenek juga yang tidak mau menyusahkan anak-anak nya.
Karena kesibukanku,seminggu ini aku tidak datang mengunjunginya. Tapi sejak hari Rabu aku sudah berniat akan mengunjunginya pada Jumat pagi sebelum aku pergi bekerja sekalian ingin memberikan sedekah alakadarnya kepada nenek,karena yang aku tahu Malaikat akan mendoakan orang yang memulai harinya dengan bersedekah apalagi di hari Jumat.
Karena kesibukanku,seminggu ini aku tidak datang mengunjunginya. Tapi sejak hari Rabu aku sudah berniat akan mengunjunginya pada Jumat pagi sebelum aku pergi bekerja sekalian ingin memberikan sedekah alakadarnya kepada nenek,karena yang aku tahu Malaikat akan mendoakan orang yang memulai harinya dengan bersedekah apalagi di hari Jumat.
Hari Jumat belum juga tiba,Kamis malam aku terima telepon dari teman ku yang kebetulan kontrakannya di depan rumah si nenek itu. Temanku bertanya “Kamu sudah melayat?” aku balik bertanya ” memang siapa yang meninggal??”…..”nenek kamu itu” jawab temanku…Mendengar jawaban itu aku kaget dan aku merasa bersalah karena aku belum sempat mengunjunginya lagi…Malam itu aku lalui dengan rasa menyesal karena aku tidak segera melaksanakan niat ku untuk memberi sedekah pada nenek.
Jumat pagi aku memang berkunjung ke rumah si nenek sesuai rencanaku, tapi aku disambut oleh tubuh si nenek yang terbujur kaku dan sudah siap untuk melaksanakan perjalanan selanjutnya di alam yang berbeda,di sana juga sudah berkumpul anggota keluarganya,dan salah seorang keluarganya berkata pada ku bahwa pada malam terakhir menjelang ajal, si nenek bertanya pada keluarganya”Kenapa si neng yang ngontrak itu ko udah lama ga kesini,apa dia sudah pindah??”
Mendengar itu aku tambah merasa bersalah : Mengapa aku tidak segera mengunjungi si nenek,hanya untuk mengejar momen di hari baik???padahal semua hari kan baik tergantung niatnya ( bener ga)?
Sejak peristiwa itu aku tidak pernah menunda-nunda untuk beramal, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi hari esok???
Selamat Jalan Nek….Semoga Allah melancarkan semua urusanmu di alam sana…..Amiin
0 komentar: